Artikel
PEMERINTAH TIYUH MULYA JAYA GELAR UPACARA DAN TABUR BUNGA PERINGATI HARI PAHLAWAN
Mulya Jaya, 10 November 2025 — Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional, Pemerintah Tiyuh Mulya Jaya melaksanakan upacara bendera yang berlangsung khidmat di Lapangan Pengabdian Tiyuh Mulya Jaya pada Senin (10/11).
Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Kepalo Tiyuh Imam Mastur dan diikuti oleh seluruh unsur masyarakat, mulai dari aparatur tiyuh, lembaga-lembaga tiyuh, hingga siswa-siswi dari berbagai satuan pendidikan yang ada di wilayah Tiyuh Mulya Jaya.
Adapun sekolah-sekolah yang turut berpartisipasi meliputi TK PGRI 2, TK Buah Hati, TK Lentera Harapan, SDN 08 Gunung Agung, SDN 09 Gunung Agung, SDS Lentera Harapan, MTs Hasyim Asy’ari, SMP NU Darussalamah, SMP Lentera Harapan, serta SMA Lentera Harapan.
Dalam sambutannya, Kepalo Tiyuh Imam Mastur mengajak seluruh peserta upacara untuk meneladani semangat juang para pahlawan yang telah berkorban demi kemerdekaan bangsa. “Momentum Hari Pahlawan ini hendaknya menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus berkontribusi membangun tiyuh dan daerah dengan semangat pengabdian dan persatuan,” ujarnya.
Berikut isi Amanat dalam upacara
“Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,
Hari ini, di bawah langit Indonesia yang merdeka,
Kita menundukkan kepala penuh hormat mengenang para pahlawan bangsa. Mereka bukan sekadar nama yang terukir di batu nisan, melainkan cahaya yang menerangi jalan kita hingga hari ini.
Dari Surabaya hingga Banda Aceh, dari Ambarawa hingga Biak, mereka berjuang bukan demi dirinya sendiri, tetapi demi masa depan bangsa yang bahkan belum mereka kenal, yaitu kita semua yang berdiri di sini hari ini.
Para Pahlawan mengajarkan kepada kita bahwa kemerdekaan tidak jatuh dari langit. Kemerdekaan lahir dari kesabaran, keberanian, kejujuran, kebersamaan, dan keikhlasan.
Karenanya, ada tiga hal yang dapat kita teladani dari para pahlawan bangsa:
PERTAMA, KESABARAN PARA PAHLAWAN.
Mereka sabar menempuh ilmu, sabar menyusun strategi, sabar menunggu momentum, dan sabar membangun kebersamaan di tengah segala keterbatasan. Mereka tetap bersabar meski menghadapi perbedaan pandangan dan jalan perjuangan.
Dari kesabaran itulah lahir kemenangan, karena mereka tahu bahwa kemerdekaan tidak diraih dengan tergesa-gesa, tetapi ditempa oleh waktu dan keikhlasan.
KEDUA, SEMANGAT UNTUK MENGUTAMAKAN KEPENTINGAN BANGSA DI ATAS SEGALANYA.
Setelah kemerdekaan diraih, para pahlawan tidak berebut jabatan, tidak menuntut balasan, tidak mengincar apa yang ditinggalkan penjajah. Mereka justru kembali ke rakyat, mengajar, membangun, menanam, dan melanjutkan pengabdian.
Di situlah letak kehormatan sejati: bukan pada posisi yang dimiliki, tetapi pada manfaat yang ditinggalkan.
KETIGA, PANDANGAN JAUH KE DEPAN.
Para pahlawan berjuang untuk generasi yang akan datang, untuk kemakmuran bangsa yang mereka cintai. Dan menjadikan perjuangan ini sebagai bagian dari ibadah, darah dan air mata mereka adalah doa yang tak pernah padam. Menyerah berarti meninggalkan amanah kemanusiaan.
Ini adalah modal besar bagi generasi kita saat ini. Semangat perjuangan yang pantang menyerah, adalah kekuatan bagi kita dan generasi mendatang untuk meneruskan cita-cita para pahlawan yang selama ini telah ditunaikan.
Saudara-saudara sebangsa dan setanah air
Di masa kini, perjuangan tidak lagi dengan bambu runcing, melainkan dengan ilmu, empati, dan pengabdian.
Namun semangatnya tetap sama; membela yang lemah, memperjuangkan keadilan, dan memastikan tidak ada satu pun anak bangsa yang tertinggal dari arus kemajuan.
Inilah semangat yang terus dihidupkan melalui Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, mulai dari memperkuat ketahanan nasional, memajukan pendidikan, menegakkan keadilan sosial, hingga membangun manusia Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya.
Hari ini, mari kita bersyukur dan berjanji: bahwa kemerdekaan ini tidak akan sia-sia. Kita akan melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan cara kita, bekerja lebih keras, berpikir lebih jernih, dan melayani lebih tulus.
Sebagaimana para pahlawan telah memberikan segalanya untuk Indonesia, maka kini giliran kita menjaga agar api perjuangan itu tidak pernah padam. Dengan bekerja, bergerak dan berdampak.
"PAHLAWANKU TELADANKU, TERUS BERGERAK, MELANJUTKAN PERJUANGAN".
Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan tabur bunga bersama di makam untuk para pahlawan/pejuang yang berada di wilayah Tiyuh Mulya Jaya sebagai bentuk penghormatan dan doa bagi para pejuang yang telah gugur membela tanah air.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Tiyuh Mulya Jaya berharap semangat kepahlawanan dapat terus hidup di hati masyarakat, terutama generasi muda, untuk mengisi kemerdekaan dengan karya dan semangat kebersamaan.
Pemerintah Tiyuh Mulya Jaya Gelar Apel Bersama dan Aksi Bersih Lingkungan Peringati Hari Desa Nasional
SELAMAT DAN SUKSES ATAS DILANTIKNYA BPK WAHYUDI ALAMSYAH, S.Km.MM
APEL AWAL BULAN JANUARI BERSAMA APARATUR TIYUH MULYA JAYA TAHUN 2026
PENJELASAN TENTANG DANA DESA 2026
SELAMAT TAHUN BARU
UCAPAN SELAMAT TAHUN DENGAN RASA EMPATI DAN SOLIDARITAS
MEMPERINGATI HARI KESAKTIAN PANCASILA 1 OKTOBER 2025
PERAYAAN PEKAN BAHASA DAN NUSANTARA, SEKALIGUS MEMPERINGATI HARI SUMPAH PEMUDA
PENYALURAN BANTUAN BERAS DARI BAZNAS PEMERINTAH KABUPATEN TULANG BAWANG BARAT
SELAMAT HARI BATIK NASIONAL TAHUN 2025
SEMARAK HUT RI KE 79
PERAYAAN UNIVERSARY CBCL KE 14 DI TIYUH MULYA JAYA
POSYANDU RUTIN BULANAN DI TIYUH MULYA JAYA
TINGKATKAN KEDISIPLINAN APARATUR TIYUH MULYA JAYA
MUSYAWARAH REORGANISASI KARANG TARUNA DAN LPM TIYUH MULYA JAYA
PENYULUHAN PEMBERIAN MAKANAN BAYI DAN ANAK (PMBA) UPTD PUSKESMAS SUKA JAYA DI TIYUH MULYA JAYA
SAMBATAN
SANTUNAN JUM'AT BERKAH RAMADHAN TIYUH MULYA JAYA